, ,

Pria Ditemukan dengan Luka Gorok di Leher Meninggal Usai Dirawat di RSUD Baubau Sulawesi Tenggara

oleh -531 Dilihat

Baubau – Pria Ditemukan dengan Luka Gorok di Leher Meninggal Usai Dirawat di RSUD Baubau Sulawesi Tenggara. Seorang pria korban dugaan penggorokan di Betoambari, Baubau, Sulawesi Tenggara, inisial A (23) meninggal dunia usai mendapatkan penanganan medis, Senin (8/12/2025).

Korban dugaan penganiayaan berat ini menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Kota Baubau. Kerabat dan rekan korban tampak menunggu di depan Instalasi Gawat Darurat (IGD) saat sebelum korban dinyatakan meninggal dunia. Sebelumnya pesan berantai mengenai korban A yang membutuhkan darah sempat beredar di media sosial. Korban dalam pesan tersebut dituliskan membutuhkan darah O secepatnya untuk penanganan.

Keluarga A, Hazirudin, mengatakan almarhum dikenal pendiam serta tidak ada masalah. “Biasa-biasa saja tidak ada tindakan nakal atau kekerasan itu tidak,” ujarnya, Senin (8/12/2025). Hazirudin mengetahui kabar tersebut saat sedang dalam perjalanan dari Kota Baubau. “Mengenai korban dari mana saya belum tahu itu, saya langsung ke rumah sakit,” ujarnya. Berdasarkan penelusuran TribunnewsSultra.com, korban merupakan seorang sopir truk proyek.

Baca Juga : Daftar 11 Nama Calon Sekda Baubau Sulawesi Tenggara Bakal Ikut Tes Asesmen di Makassar

Pria Ditemukan dengan Luka
Pria Ditemukan dengan Luka

Hingga berita ini terbit kronologi peristiwa dugaan penggorokan yang terjadi masih belum diketahui. Sebelumnya diberitakan, seorang pria ditemukan dalam kondisi kritis dengan luka gorok di leher di Betoambari, Baubau, Sulawesi Tenggara, Senin (8/12/2025). Korban ditemukan dalam kondisi terbaring dan bersimbah darah tepatnya di depan salah satu kafe. Kasi Humas Polres Baubau, IPTU Rino Asnan yang dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. Saat ini, anggota polisi sedang melakukan olah tempat kejadian perkara atau TKP penemuan pria digorok. “Belum ada bang, masih sibuk olah TKP teman-teman,” ujarnya ketika dikonfirmasi mengenai kronologi kejadian, Senin malam.

Untuk diketahui, jarak Betoambari dengan Polres Baubau sekira 5,4 kilometer (km), waktu tempuh 12 menit berkendara motor atau mobil. Sementara mengenai kronologis terjadinya peristiwa ia masih belum mengetahui sebab, setelah mengecek kebenaran kabar, ia langsung menuju rumah sakit. “Saya belum tanya, sama siapa dan dimana serta membawa kendaraan apa, saya hanya melihat kondisi korban sampai dia berpulang tadi,” ungkapnya.

Ia menuturkan korban beinisial A (23) sehari hari bekerja sebagai supir truk serta tidak terlihat sebagai anak yang nakal. “Sikap dan perilakunya di rumah itu biasa-biasa aja, tidak ada tindakan nakal, jadi dia sifatnya pendiam,” tambahnya. Hazirudin juga berharap peristiwa ini diusut tuntas pelakunya serta dituntut berdasarkan undang-undang yang berlaku. Diberitakan sebelumnya, seorang pria ditemukan kondisi kritis dengan luka gorok di leher di Betoambari, Baubau. Korban ditemukan dalam kondisi terbaring dan bersimbah darah tepatnya di depan salah satu kafe.

Kasi Humas Polres Baubau, IPTU Rino Asnan dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. “Belum ada bang, masih sibuk olah TKP teman-teman,” ujarnya ketika dikonfirmasi mengenai kronologi kejadian, Senin malam. Kata IPTU Rino, korban sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Palagimata. Namun, nyawa tak tertolong dinyatakan meninggal dunia.

 

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.