, ,

Nasib Wa Muna Buruh Cuci usai Bansosnya Ditarik Kelurahan, Kini Dapat Bantuan Beras 250 Kg

oleh -550 Dilihat

Baubau – Nasib Wa Muna Buruh Cuci usai Bansosnya Ditarik Kelurahan, Kini Dapat Bantuan Beras 250 Kg. Sosok Wa Muna, warga Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), menjadi sorotan karena bantuan sosial (bansos) pangan diambil kembali oleh kelurahan.

Bantuan yang tadinya diterima Wa Muna yang merupakan warga Kelurahan Baadia sebelum ditarik yakni beras dan minyak empat liter. Kini setelah kejadian yang menimpanya viral, Wa Muna menerima bantuan dari Menteri Pertanian (Mentan) RI, Sabtu (13/12/2025). Wa Muna kini menerima bantuan langsung dari Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman. Bantuan tersebut berupa minyak dan beras yang diserahkan Kepala Bulog Kota Baubau sekitar pukul 08.00 WITA pada Sabtu, di kediaman Wa Muna. Nasib Wa Muna Buruh Cuci usai Bansosnya Ditarik Kelurahan, Kini Dapat Bantuan Beras 250 Kg.

Suami Wa Muna, Jafar, mengungkapkan rasa terima kasihnya terhadap bantuan yang diberikan Mentan, Andi Amran Sulaiman. “Kami juga kaget tadi, karena sebelumnya tidak menyangka tiba-tiba ada pemberitahuan akan ada utusan dari Menteri Pertanian,” ujarnya pada Sabtu (13/12/2025) sore. Kata dia, ia dan keluarga terharu serta tidak bisa menahan perasaan bahagia sebab dalam keadaan sulit masih terdapat bantuan yang datang. “Jadi kami tidak henti-hentinya mengucapkan terima kasih, untuk membalasnya, kami berdoa kepada Yang Maha Kuasa,” ujar Jafar.

“Semoga yang bantu kami, khususnya Bapak Menteri Pertanian selalu diberikan kelimpahan kesehatan, umur yang panjang, dan sukses selalu dalam segala hal,” imbuh dia. Kepala Bulog Cabang Kota Baubau, Hendra Dionsius mengatakan, bantuan yang disalurkan dari Mentan dan Bulog Cabang Kota Baubau. “Yang disalurkan bantuan berupa beras 250 kilogram, minyak goreng 12 liter, dan gula 10 kilogram,” ujarnya saat di konfirmasi via Whatsapp, Sabtu(13/2/2025) malam. “Tidak ada kebijakan seperti itu Bu, seharusnya jika ada kejadian seperti itu langsung dilaporkan ke Bulog untuk diganti atau ditambah barangnya agar tidak merugikan para pihak,” tambahnya.

Baca Juga : Ngenes Pedagang Bakso usai Layani Pembeli Pasutri, Curiga saat Dagangan Mau Diborong, Uang Lenyap

Nasib Wa Muna
Nasib Wa Muna

Ia juga berharap, ke depannya peristiwa serupa tidak lagi terjadi pada penerima manfaat atau masyarakat Kota Baubau. Wa Muna yang merupakan seorang buruh cuci di Kota Baubau, Sultra, menceritakan awal bansos atau bantuan sosialnya ditarik oleh pihak kelurahan. Bansos berupa beras dan minyak goreng yang diterimanya dari kelurahan ditarik kembali dengan alasan terdapat tidak kesesuaian data penerima manfaat. Wa Muna menjelaskan, ia pertama kali mengetahui penarikan beras tersebut usai pulang dari bekerja sebagai buruh cuci di Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Kota Baubau dan diberitahu suaminya.

“Dia bilang, jangan marah eh, tadi ibu RT dia ambil beras,” ucapnya pada Sabtu (13/12/2025), menirukan ucapan suaminya saat memberitahu beras yang telah diterimanya di Kelurahan beberapa waktu lalu, kini ditarik. Ia mengaku beruntung, beras yang diambil kembali masih belum digunakannya. Namun, minyak goreng sebanyak 4 liter sudah digunakannya sedikit. “Saya marah-marah karena capek mengantre, andaikan tidak disuruh, saya juga tidak mau ngotot,” ujar warga Kelurahan Baadia, Kecamatan Murhum, ini.

Kekesalannya tersebut direkam lalu diunggah salah satu akun di platform Facebook hingga akhirnya viral di sosial media. Dalam video tersebut, diungkapkan ia menceritakan dirinya yang mendapatkan bantuan beras dan 4 liter minyak goreng. Namun keesokan harinya, ia dipanggil ke kelurahan sebab data yang diinput tidak terkirim. Ternyata setelah dicek kembali, data dirinya dan data yang ada di kelurahan terdapat perbedaan. Dalam video tersebut, Wa Muna mengungkapkan kekecewaan terhadap kinerja kelurahan yang lalai sebab tidak melihat lebih teliti data yang tertera.

“Kenapa waktu kita ambil da tidak periksa dulu, da baca baik-baik namanya kan da lihat dulu KTP, NIK-nya kita, baru dia panggil.” “Jangan begitu orang dia malu, beras sudah di rumah, untung belum dimasak, kalau sudah dimasak bagaimana?” “Minyaknya sudah terpakai satu bungkus mo diapa?” ujarnya. Ia mengaku kesal sebab penarikan tersebut, ditambah sejumlah bantuan lain seperti PKH tidak didapatnya. Padahal Wa Muna merupakan satu-satunya tulang punggung keluarga sebab suaminya yang stroke.

Wa Muna tinggal di rumah panggung sederhana serta sehari-hari menjadi buruh cuci di RSUD Kota Baubau selama delapan tahun lamanya. Ia menjadi tulang punggung keluarga setelah suaminya jatuh sakit, meskipun begitu, Wa Muna merupakan wanita teguh dan mandiri. Pihaknya bertandang ke rumah Wa Muna, Kamis (11/12/2025) lalu, untuk menyampaikan permohonan maaf. Ia juga menjelaskan, terdapat dua nama Wa Muna, sehingga terjadilah kekeliruan dalam penyaluran yang dilakukan. “Ada informasi nama Jafar (suami Wa Muna) itu sudah terdaftar di DTKS, dan mudah-mudahan sudah ada nama mereka untuk masuk dalam bantuan ini,” jelasnya.

 

 

 

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.